OKX telah menangguhkan sementara layanan agregator Decentralized Exchange (DEX) setelah menemukan upaya serangan oleh Lazarus Group dari Korea Utara. Bursa tersebut membuat pengumuman tersebut pada tanggal 17 Maret, dengan alasan masalah keamanan dan perlunya mengatasi penandaan yang tidak lengkap pada penjelajah blockchain. Penangguhan tersebut akan memungkinkan OKX untuk meluncurkan langkah-langkah keamanan baru guna mencegah penyalahgunaan di masa mendatang.
Dalam sebuah posting blog, OKX menjelaskan bahwa Lazarus Group berupaya mengeksploitasi layanan DeFi miliknya. Selain itu, bursa tersebut mengamati peningkatan serangan kompetitif yang bertujuan untuk melemahkan operasinya. Untuk mengurangi risiko, OKX berkonsultasi dengan regulator dan memutuskan untuk menghentikan sementara agregator DEX tersebut. Sementara agregator tersebut dihentikan sementara, layanan dompet OKX tetap beroperasi, meskipun pembuatan dompet baru telah dibatasi di pasar tertentu.
Untuk meningkatkan keamanan, OKX telah menerapkan sistem pelacakan waktu nyata untuk mengidentifikasi alamat berbahaya di bursa terpusat dan agregator DEX Web3. Lebih jauh, platform ini bekerja sama dengan penjelajah blockchain untuk mengatasi masalah pelabelan transaksi DEX yang tidak lengkap. OKX menekankan bahwa agregator DEX-nya bukanlah penjaga aset pengguna, dan memperkuat langkah-langkah keamanan untuk memblokir alamat peretas secara waktu nyata.
Lazarus Group, kelompok peretas Korea Utara, telah dikaitkan dengan beberapa serangan siber yang menargetkan platform mata uang kripto. Khususnya, kelompok tersebut terlibat dalam peretasan Bybit senilai $1,5 miliar pada Februari 2024. Lazarus juga menargetkan pengembang, menggunakan malware untuk mencuri kredensial dan data dompet. Kelompok tersebut bahkan telah menggunakan panggilan Zoom palsu untuk mengelabui pendiri kripto agar mengunduh perangkat lunak berbahaya. Menurut Chainalysis, peretas Korea Utara mencuri mata uang kripto senilai $1,3 miliar dalam 47 serangan pada tahun 2024, peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tindakan OKX untuk menangguhkan agregator DEX merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk melindungi pengguna dan platform dari ancaman dan serangan dunia maya.