Hex Trust Mengakuisisi Byte Trading: Akankah Investor Institusional Terpikat?

Hex Trust Acquires Byte Trading Will Institutional Investors Take the Bait

Hex Trust, penyedia layanan keuangan aset digital, telah mengambil langkah signifikan dengan mengakuisisi Byte Trading, platform perdagangan dengan latensi rendah. Meskipun ketentuan transaksi tidak diungkapkan, akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan penawaran Hex Trust bagi investor institusional, menandai tonggak penting dalam transisinya dari kustodian menjadi lembaga keuangan dengan layanan penuh. Akuisisi ini sejalan dengan strategi Hex Trust yang lebih luas untuk memperluas kemampuannya dan meningkatkan infrastrukturnya guna memenuhi permintaan yang terus meningkat dari pelaku institusional di sektor aset digital.

Hex Trust telah berada di jalur pertumbuhan yang agresif dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan November 2024, perusahaan meluncurkan platform E-Trading, dan baru-baru ini mengumpulkan lebih dari $100 juta dalam putaran pendanaan, dengan Morgan Creek Digital sebagai salah satu investornya. Integrasi teknologi perdagangan canggih Byte Trading ke dalam infrastruktur Hex Trust yang teregulasi diharapkan dapat menawarkan pengalaman perdagangan yang lebih lancar, yang sangat penting bagi investor institusional yang membutuhkan solusi yang kuat, aman, dan cepat di pasar aset digital.

Alessio Quaglini, CEO Hex Trust, menekankan bahwa akuisisi Byte Trading merupakan langkah kunci dalam strategi perusahaan, yang memungkinkannya memenuhi kebutuhan investor institusional yang terus meningkat. Akuisisi ini bukan hanya tentang perluasan layanan perdagangan, tetapi juga mencerminkan keinginan Hex Trust untuk menawarkan rangkaian lengkap solusi berkelas institusional, yang kini mencakup kustodian, staking, perdagangan, dan bahkan akses ke hasil aset dunia nyata melalui kemitraannya dengan protokol DeFi Clearpool.

Meskipun ada langkah ambisius ini, masa depan Hex Trust dalam menarik investor institusional masih belum pasti. Survei JPMorgan Chase baru-baru ini mengungkapkan bahwa 71% investor berencana untuk menghindari investasi mata uang kripto pada tahun 2025. Hal ini menyoroti tantangan yang dihadapi Hex Trust dalam menarik pemain institusional untuk terjun ke dunia kripto, meskipun infrastruktur dan penawaran layanannya terus berkembang.

Hex Trust juga telah membuat terobosan signifikan di kawasan MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara). Perusahaan meluncurkan HT Markets MENA pada bulan Desember, yang memungkinkan investor institusional mengonversi mata uang kripto menjadi fiat melalui platform kustodian berlisensi. Selain itu, perusahaan memegang tiga lisensi Penyedia Layanan Aset Virtual dari Otoritas Pengatur Aset Virtual (VARA) Dubai, yang meningkatkan kredibilitas dan keamanannya di kawasan tersebut. Hex Trust telah memperluas layanannya melampaui sekadar kustodian, menawarkan solusi perdagangan OTC (over-the-counter), manajemen risiko perbendaharaan perusahaan, dan akses likuiditas yang mendalam.

Ke depannya, akuisisi Byte Trading oleh Hex Trust menandakan komitmennya untuk menjadi pemain terkemuka dalam bidang aset digital institusional. Seiring perusahaan terus meningkatkan skala operasinya dan berekspansi ke wilayah baru, akan menarik untuk melihat apakah upayanya akan mendapat sambutan dari investor institusional, terutama mengingat sentimen beragam seputar investasi mata uang kripto. Beberapa bulan mendatang dapat menjadi penting dalam menentukan apakah inisiatif pertumbuhan strategis Hex Trust dapat menarik tingkat partisipasi institusional yang dicarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *